ANTV




Read more »

UU Tentang IT

Read more »

ASAL MUASAL KALENDER JAWA


Dalam hati kita tentu akan bertanya-tanya, mengapa kalender Jawa sangat identik dengan kalender Hijriyah? Sebenarnya kalender ini pada awalnya sangat berbeda dan berjalan sendiri-sendiri. Namun yang kita alami pada saat ini, kedua kalender ini bisa berjalan bersama-sama bahkan sangat identik. Rasanya mustahil, karena kalender Hijriyah
berasal dari negeri Arab, dan kalender Jawa dari Indonesia  yang sangat jauh dari negeri Arab. Untuk menghilangkan rasa penasaran dari benak kita, marilah kita telusuri awal mulanya mengapa dan bagaimana kalender ini bisa beriringan dan hanya berbeda angka tahunnya saja.
Dulunya kedua kalender ini berjalan sendiri-sendiri. Jauh sebelum Indonesia mengenal kalender Masehi dan Hijriyah, nenek moyang kita yang penganut aninisme, Hindu dan Budha sudah mempunyai kalender sendiri yaitu kalender Icaka. Ini pun sebenarnya bukan kalender asli Jawa, tetapi kalender India yang lahir pada 14 Maret 78 (Masehi) yang dibawa ke Jawa oleh Ajisaka setelah sebelumnya berhasil mengalahkan raja kanibal Dewatacengkar dari kerajaan Medangkamulan. Masyarakat Jawa mengenal kalender India tadi sebagai kalender Saka yang mengambil dari nama Ajisaka. Popularitas Ajisaka juga oleh kepiawaiannya menciptakan 20 biji aksara Jawa ha-na-ca-ra-ka.
Setelah Islam masuk ke Jawa, masyarakat mulai mengenal kalender Hijriyah. Tetapi kurang populer karena sudah terlanjur mengakrabi kalender Saka. Tetapi Raja Mataram Islam Sultanagung Hanyokrokusumo punya gagasan gila-gilaan untuk mereformasi kalender Saka dengan Hijriyah pada 8 Juni 1633 (Masehi), yang secara kebetulan bertepatan dengan tanggal 1 Suro 1555 Saka dan juga tanggal 1 Muharam 1043 Hijriyah. Artinya, sejak tanggal tersebut, kalender Saka diidentikkan dengan kalender Hijriyah. Reformasi gila, karena kalender Saka itu berbasis solair berdasarkan hitungan bumi mengitari matahari dimana setahunnya terdiri dari 365/366 hari, sedangkan kalender Hijriyah itu berbasis lunair berdasarkan hitungan rembulan mengitari bumi (satu tahun = 355/356 hari saja).
Reformasi gila, karena hitungan  angka tahun kalender “baru” bukan diawali dari tahun 1, tetapi tetap melanjutkan angka milik kalender Saka, yaitu tahun 1555 dst sehingga masyarakat Jawa “tertipu” bahwa kalender Jawa hasil rombakan Sultan Agung adalah juga kelanjutan kalender Saka terdahulu. Sejak 376 tahun yang lalu, tanggal 1 Suro kalender Jawa selalu bersamaan dengan 1 Muharam kalender Hijriyah, tetapi tidak pas lagi dengan 1 Suri kalender Saka. Sejak 376 tahun yang lalu kalender Saka secara terbatas tetap digunakan oleh masyarakat pemeluk Hindu di Bali, Tengger, Samin dan Badui, sampai sekarang. Di tahun Masehi 2009 sekarang ini tahun Jawa masuk hitungan ke-1943, sementara tahun Saka asli berada di hitungan tahun ke-1932. Hal itu dikarenakan kalender solair setiap tahunnya lebih panjang 10 hari ketimbang kalender lunair, menjadikan sejak 375 tahun silam antara tahun Saka dengan tahun Jawa sudah mengalami keterpautan hingga 11 tahunan.
Nah, demikian asal muasal terciptanya kalender Jawa. 
(sumber : jagadjawi.wordpress.com)

Read more »

Video Penampakan Kuntilanak Tertawa Termehek - mehek

Video penampakan kuntilanak sedang tertawa termehek - mehek ini emang menakutkan, apalagi penampakan ini terlihat sangat jelas oleh pengemudi mobil yang sedang melintas dijalan tepat si kuntilanak itu berada.


Kuntilanak itu sudah dapat terlihat dari jarah yang cukup jauh dan ada salah seorang yang berhasil mengabadikan peristiwa ini dengan kamera, kalo anda ingin melihat video rekamannya.
silahkan liat aja langsung dibawah ini



Read more »

IKSPI Kera Sakti

Sejarah Perguruan

Perguruan IKS PI Kera Sakti yang berpusat di Madiun Jawa Timur ini merupakan perguruan beladiri beraliran kung fu untuk gerakan beladirinya tetapi untuk kerohaniannya lebih cenderung ke Banten dan ulama Jawa. Berdiri pada tanggal 15 Januari 1980 di Jl. Merpati No. 45, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Mangunharjo, Kodya Madiun oleh bapak R Totong Kiemdarto dengan gerakan beladiri kung fu aliran utara dan selatan yang dipelajarinya dari pendekar aliran kung fu China yang ada di Indonesia.

Adapun nama dari perguruan ini semula adalah
IKS PI (Ikatan Keluarga Silat "Putra Indonesia) tetapi ketika perguruan mulai berkembang diberi nama tambahan "Kera Sakti" dibelakangnya. Hal ini adalah karena masyarakat maupun murid-murid perguruan ini lebih mengenal nama jurus perguruan yaitu teknik jurus keranya daripada nama asli perguruan. Untuk itu selanjutnya dalam memudahkan pencarian identitas perguruan sekaligus secara tidak langsung menambah wibawa nama perguruan maka disebutlah IKS PI Kera Sakti.


Bapak Totong Kiemdarto lahir pada tanggal 20 Oktober 1953 di Madiun. Sebagai pendiri sekaligus guru besarnya, ia mengajarkan pelajaran silat monyet dan kerohanian tenaga dalam pernafasan / kebatinan untuk memantapkan fisik dan iman siswa dan siswi yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya, yang sehat lahir maupun batin dan berjiwa pancasila.

Pada mulanya perguruan ini hanya dikenal di lingkungan masyarakat desa Nambangan Lor saja tetapi pada sekitar 1983 beberapa murid angkatan I dan II mulaimengembangkan ajaran perguruan di beberapa tempat, yaitu SMAN 3 Madiun, Lanuma Iswahyudi dan Dempel. Baru kemudian menyusul berkembang ditempat lain yang tidak saja di wilayah eks Karesidenan Madiun tetapi juga diluar Madiun.

Didalam metode latihan IKS PI Kera Sakti terdapat 5 tahapan penting untuk mencapai tingkatan tertinggi,yaitu:
  1. Tingkat dasar I sabuk hitam dengan lama latihan 6 bulan;
  2. Tingkat dasar II sabuk kuning sengan lama latihan 6 bulan;
  3. Warga tingkat I sabuk biru dengan lana latihan 1 tahun;
  4. Warga tingkat II sabuk merah;
  5. Warga tingkat III sabuk merah strip emas.

I. Tingkat Dasar I Sabuk Hitam
Untuk latihan awal siswa tingkat dasar I harus melewati 3 tahapan penting di dalam latihan, yaitu:
  1. tingkat awal (materi latihan dimana siswa mulai mempelajari gerakan dasar prguruan);
  2. tingkat menengah (materi latihan dimana siswa mulai mempelajari gerakan lanjutan);
  3. tingkatan akhir (materi latihan dimana siswa akan diuji untuk melanjutkan ke tingkat dasar II).
Materi yang diberikan pada tingkat dasar I sabuk hitam antara lain teknik senam pelemasan dan yoga, teknik dasar pukulan dan tendangan, teknik dasar pernafasan Chi Kung serta teknik dasar pengembangan jurus.

II. Tingkat Dasar II Sabuk Kuning
Untuk latihan awal siswa tingkat dasar II harus melewati 3 tahapan penting dalam latihan, yaitu:
  1. tingkat awal (materi latihan dimana siswa mulai mempelajari gerakan dasar lanjutan perguruan);
  2. tingkat menengah (materi latihan dimana siswa mulai mempelajari gerakan lanjutan);
  3. tingkat akhir (materi latihan dimana siswa akan diuji untuk melanjutkan ke warga tingkat I.
Materi yang diberikan adalah teknik senam pelemasan dan yoga, teknik dasar pukulan dan tendangan, teknik dasar pernafasan serta teknik dasar pengembangan jurus.

III. Warga Tingkat I Sabuk Biru
Warga tingkat I harus melewati 3 tahapan penting dalam latihan, yaitu:
  1. tingkatan awal (materi latihan dimana siswa mulai mempelajari gerakan perguruan yang lebih rumit);
  2. tingkkatan menengah (materi latihan dimana siswa mulai mempelajari gerakan kombinasi);
  3. tingkat akhir (materi latihan dimana siswa akan diuji untuk melanjutkan ke warga tingkat II.
Materi yang diberikan pada Warga tingkat I Sabuk Biru adalah teknik senam pelemasan dan yoga, teknik dasar pukulan dan tendangan, teknik dasar pernafasan, teknik dasar pengembangan jurus.

IV. Warga Tingkat II Sabuk Merah
Untuk latihan bagi warga tingkat II lebih banyak mengacu pada pengembangan, kecepatan dan refleksitas gerakan jurus maupun kombinasi. Sedangkan untuk materi yang diberikan pada warga tingkat II ini hanya boleh diketahui oleh warga tingkat II keatas dan tidak dapat disebarkan kepada umum alias dirahasiakan.

V. Warga Tingkat III Sabuk Merah Strip Emas
Untuk latihan bagi warga tingkat III lebih banyak mengacu pada pemantapan dari pengembangan, kecepatan dan refleksitas gerakan jurus maupun kombinasi. Seperti halnya materi pada warga tingkat II, materi tingkat ini juga dirahasiakan

Gambar Atraksi
Senin, 02 November 2009 , Posted by KERA SAKTI Cab. BOJONEGORO at 18.21
PEMACAHAN Es DENGAN kEPALA


LIBAS PEDANG

PEMATAHAN SETANG DRAGON


JALAN DI BOLA LAMPU

TIDUR DI ATAS NEON


JALAN DI ATAS PEDANG


PEMECAHAN GENTING MENGGUNAKAN KEPALA

Atraksi debus IKSPI Kera Sakti prajurit Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-B, sangat memukau. Atraksi berlangsung di Konferensi bulanan Bintara Kontingen di Markas Indobatt UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Sabtu (23/2/2008) atau Jumat (22/2) waktu setempat.




Olah tenaga dalam "kera sakti" beraksi pecahkan kemiri (Kapten Chb Sandy M Prakasa/TNI)




Silet tajam mengiris-iris kulit tangan dan lengan (Kapten Chb Sandy M Prakasa/TNI)




Prajurit Garuda menusuk pipi dan lengan memakai jarum pentul (Kapten Chb Sandy M Prakasa/TNI)







FSM UNIFIL MWO Abu Yaw mencoba memecahkan biji kemari (Kapten Chb Sandy M Prakasa/TNI)
  Video















Read more »