Tips Cara Berkendara Mobil Yang Baik dan Benar


Mengemudi adalah kegiatan yang dapat meinimbulkan bahaya baik bagi diri sendiri maupun orang lain sehingga harus berkonsentrasi. Untuk mencegah kecelakaan mobil yang semakin meningkat sebaiknya dipelajari dan diikuti tips dan rekomendasi cara berkendara yang baik dan benar

Ada 2 jenis gangguan: Gangguan dari dalam (internal distraction) dan luar (external distraction).

Gangguan dari dalam

- Penumpang bisa menjadi gangguan saat mencoba mengajak berbicara dengan topik terlalu berat. Jangan biarkan penumpang mengganggu pengemudi.
- Radio dan TV mobil bisa mengganggu konsentrasi meski hanya untuk menukar CD maupun memindah saluran.
- Merokok saat mengemudi tidak dianjurkan karena sama bahayanya dengan makan maupun minum sambil mengemudi.
- Penggunaan telepon seluler meski dengan perangkat handsfree secanggih apapun. Bahayanya melebihi berbicara dengan penumpang karena lawan bicara kita tidak pernah tahu kondisi lalu lintas pada saat itu. Sebuah penelitian internasional mengungkapkan berponsel ria sambil mengemudi menyumbangkan 1 dari tiap 4 kecelakaan mobil. Penelitian lain menyebutkan bahwa lebih berbahaya dibanding dengan pengaruh alkohol. Peenelitian itu menyebutkan menelpon sambil mengemudi mampu menurunkan konsentrasi 30% lebih buruk dibanding pengemudi yang terpengaruh alkohol.

Gangguan dari luar

Banyak sekali faktor gangguan dari luar, dari mulai benda mati maupun benda hidup bisa menjadi faktor gangguan dari luar seperti papan reklame yang terlalu atraktif atau saat berpapasan dengan lawan jenis dengan tampilan yang aduhai.

Tips Berkendara aman dengan cara smart driving, protection lives, dan saving fuel:

Pengemudi Yang Defensive Pengemudi yang defensive harus mampu mengemudikan kendaraannya dengan tenang (tidak tegang). Dan mampu mengantisipasi situasi kondisi lalu lintas di depannya.
* Gangguan Dalam Berkendara Mengemudi adalah pekerjaan yang berbahaya, untuk itu dibutuhkan konsentrasi penuh pada saat kita mengemudi. Disarankan jangan menelepon, merokok ataupun aktifitas yang mengganggu saat mengemudi.
* Gunakan sabuk pengaman (seatbelt) Safety belt atau seatbelt dapat melindungi penggunanya dari cedera yang lebih parah dalam suatu kecelakaan. Sekali lagi bukan masalah jenis mobil, mobil pribadi, yang penting menggunakan sabuk pengaman.
* Kaca Spion Kebanyakan pengemudi tidak menyesuaikan kaca spionnya dan tidak memanfaatkannya seoptimal mungkin dengan terlalu banyak melihat sisi kendaraannya sendiri saja.
* Menjaga jarak aman Pengemudi yang defensive selalu menyediakan ruang dengan depan, balakang, dan samping. Pengoperan gigi transmisi yang ideal. Saat ini banyak produsen kendaraan yang mulai mendisain produknya dengan teknologi mesin yang mempunyai tingkat konsumsi BBM yang sangat efisien. Akan tetapi, teknologi mesin yang irit BBM tersebut ternyata bukan satu-satunya aspek yang bisa menjamin biaya bahan bakar dapat dikurangi. Jaga Rotation per Menit (RPM ) selalu di bawah 3.000 rpm, akan membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.
* Pergunakan momentum kendaraan Ketika kendaraan akan mendekati perempatan, pertigaan, lampu lalu lintas, atau ingin memperlambat, angkat kaki dari pedal gas lebih awal dan biarkan mobil meluncur sebelum menginjak pedal rem.
* Matikan mesin kendaraan Jika kendaraan berhenti dan diam lebih kurang dari 20 menit, maka akan lebih ekonomis apabila mesin kendaraan dimatikan.
* Pre Start Check Pre Start Check atau pemeriksaan awal kendaraan sebelum kita melakukan engine start dengan tujuan untuk mencari adanya kerusakan atau potensi permasalahan pada kendaraan (tekanan ban, instalansi lampu).
* Beban berat mempengaruhi konsumsi BBM Keluarkan barang-barang yang tidak diperlukan dari dalam mobil. Lepaskan roof racks apabila sedang tidak dipergunakan. Gunakan kecepatan rendah, apabila sedang membawa barang dengan roof racks

TIPS BERKENDARA

Posisi Mengemudi

Ada 3 aspek yang harus diperhatikan:

- Comfort: Nyaman agar tidak mudah fatigue (lelah) dan meningkatkan konsentrasi.
- Communication: Mudah melihat dan berkomunikasi dengan kendaraan lain karena prinsip berkendara adalah melihat dan dapat terlihat (seen and be seen)
- Control: Lebih tanggap mencermati kondisi sekitar, cepat dan tepat mengambil tindakan dan antisipasi dari kemungkinan bahaya.

Cara mengatur posisi duduk:

- Atur sandaran kursi hingga menempel seluruhnya pada punggung Anda secara sempurna. Posisi duduk yang baik adalah pergelangan kedua tangan anda tepat berada di bagian teratas lingkar setir (menggelantung), setelah itu posisikan kedua tangan Anda pada posisi jam 9 dan 3.

Posisi tangan pada jam 10 dan 2 dulu memang populer. Tapi kini ditinggalkan karena saat airbag mengembang, tangan dapat terlontar ke wajah pengemudi sehingga berpotensi terluka akibat terantuk tangan sendiri maupun jam tangan, gelang dan sebagainya.
Posisi jam 9 dan 3 memberikan posisi tangan hampir sejajar dengan jantung sehingga darah di bagian tangan mudah bersirkulasi dibanding posisi 10 dan 2.
- Atur posisi kaki terhadap pedal-pedal. Posisikan tumit kaki kanan berada di antara pedal gas dan rem untuk mempercepat reaksi.
- Atur ketinggian sandaran kepala sebatas telinga, Sandaran kepala (head restraint) diciptakan bukan sekadar untuk tempat bersandar kepala, tapi lebih kepada perlindungan tulang leher dari resiko patah akibat kendaraan ditabrak dari belakang dan saat terjadi tabrakan.
- Atur semua spion untuk meminimalisir area blind spot.

Posisi Tangan

Pada posisi tangan jam 9 dan 3, selain aman saat airbag mengembang, gerakan pengemudi lebih efisien dalam menjangkau tombol dan tuas pengendali, misalnya menyalakan wiper dan sein hanya dengan jari. Posisi seperti itu juga membuat pengendara dapat mengontrol kendaraan lebih baik.

Waspadai ibu jari jangan masuk kedalam lingkaran dalam roda kemudi karena dapat berpotensi terkena cedera akibat umpan balik setir akibat ban terantuk dengan batu, trotoar atau benda yang tak terduga.

Teknik Pengereman

Pengereman merupakan tindakan pencegahan terhadap benturan. Lakukan dengan cara yang benar. Ada beberapa teknik pengereman yang dikenal, yaitu Normal Braking (ease and squeeze), Threshold dan Pulse.

Bila kendaraan sudah dilengkapi ABS, Anda tinggal tekan pedal rem sekeras mungkin tanpa takut ban mengunci, mobilpun masih bisa dikendalikan.

Bila tak dilengkapi ABS, lakukan teknik Threshold, dimana Anda menginjak pedal sekeras mungkin tapi jangan sampai roda mengunci. Jika ban mengunci, kurangi injakan rem. Ingat, selalu jaga kekuatan injakan di titik kritis.

Dengan teknik Pulse, buatlah pulsa injakan rem dengan cara menendang keras pedal berulang kali sampai mobil berhenti. Semakin cepat dan kuat tendangan, makin cepat pula kendaraan berhenti. Cara ini efektif di jalan yang licin.

Perlu diperhatikan pula kondisi jalan saat melakukan pengereman. Jalan licin, jalan tanah atau jalan rusak, maupun jalan dengan polisi tidur membutuhkan teknik dan kemampuan pengereman yang sesuai.

Satu hal lagi, pengereman akan optimal bila Anda tidak panik!

Menembus Banjir

Banjir bukan halangan di jalan jika Anda bisa mengantisipasinya dengan tepat.
Pastikan Anda hapal dengan rute jalan.
Cermati genangan air. Bila setinggi setengah ban, keadaan masih normal.
Lewati genangan secara perlahan.
Jaga kecepatan secara konstan karena bisa membantu menciptakan gelombang haluan di sisi mobil sehingga ruang mesin aman, jangan menginjak pedal kopling (setengah kopling, pakai gigi rendah gigi 1) dengan rpm sekitar 1.500 atau 2.000 dan usahakan tidak berhenti ditengah-tengah.
Hindari percikan air membasahi mesin dengan cara mematikan AC saat menerjang banjir.
Bila sudah melewati genangan, jalan perlahan dan injak pedal rem setengah untuk mengeringkan kampas rem yang basah. Bila dibiarkan basah bisa berakibat rem blong.

Situasi Darurat

Siapapun tak bisa mengelak dari situasi darurat yang selalu datang tak terduga selama perjalanan. Berikut tips yang bisa Anda terapkan bergantung situasinya.

Understar (moncong mobil tak mau belok di tikungan)
Jangan banting stir. Kurangi putaran roda kemudi secara bertahap. Lalu kurangi tekanan pedal gas secara halus untuk mengembalikan titik berat kembali ke bagian depan mobil.

Oversteer (bagian belakang terlempar menjauhi mulut tikungan)
Hindari akselerasi atau deselerasi secara mendadak. Lakukan counter steer, lalu akselerasi secara halus dan bertahap.

Rem blong
Segera pompa pedal rem. Pindahkan perseneling ke gigi lebih rendah. Bila sistem rem gagal, gunakan rem tangan dengan tetap menahan tombol pengunci. Lalu pinggirkan ke tempat yang aman untuk berhenti.

Pecah ban
Kendalikan stir dengan pasti. Pindah perseneling ke gigi lebih rendah secara halus dan bertahap. Jangan injak rem. Saat mobil dapat dikendalikan, injak rem secara bertahap sampai berhenti total.

Mesin mendadak mati
Pinggirkan kendaraan ke tempat aman. Beri sinyal dan nyalakan lampu emergensi (hazard). Pasang segitiga pengaman, lalu panggil bantuan.

Kebakaran di mobil
Segera tepikan kendaraan di tempat aman, lalu keluar menjauh dari mobil. Bila api terlalu besar, jangan nekat memadamkan sendiri dengan air karena kurang efektif untuk kebakaran dari bahan bakar dan oli. Segera panggil bantuan

Tips Berkendara Ramah Lingkungan dari Forest Stewardship Council (FSC)

1. Belilah kendaraan yang ramah lingkungan
Sebuah mobil ramah lingkungan yang efisien akan mengurangi biaya. Kunjungi situs www.ecotest.eu yang dikelola oleh EcoTest-FIA (Fédération Internationale de l’Automobile) Foundation. Situs ini akan memberi anda pengertian sistem rating bintang yang mengevaluasi kinerja mobil-mobil model terbaru terhadap lingkungan hidup. FIA Foundation merupakan federasi organisasi otomotif dan badan motor dunia nirlaba.

2. Rencanakan perjalanan
Mengemudi tanpa arah tujuan yang jelas selama 10 menit dalam tiap jam mengakibatkan penurunan efisiensi bahan bakar sebesar 14 persen. Gunakan transportasi lain seperti sepeda, kendaraan umum atau cukup berjalan kaki untuk perjalanan jarak dekat. Pasang GPS yang bisa membantu anda mengetahui rute perjalanan anda.

3. Periksa tekanan angin ban mobil secara rutin
Kondisi ban dengan tekanan angin benar akan mengurangi efek gaya gesek ban terhadap jalan, sehingga konsumsi bahan bakar lebih irit. Mengemudi dengan tekanan angin 50kPA (0.5 kg/cm) di bawah seharusnya akan mengurangi efisiensi BBM 2-4 persen.

4. Lakukan akselerasi mobil dengan lembut
Jalankan mobil anda dengan lembut (20 km/jam selama 5 detik untuk mencapai nilai ekonomis bahan bakar sebesar 11 persen), dan hindari akselerasi yang berat dan kasar saat mengemudi. Hindari posisi terlalu dekat dengan kendaraan di depan mobil anda saat mengemudi.

TIPS BERKENDARA PADA MALAM HARI

Berhati hatilah sepanjang perjalanan yang dilalui tak ada lampu penerang jalan sehingga suasana jadi gelap gulita. Mata bisa cepat merasa lelah. Apalagi bagi mereka yang sulit berorientasi dalam kegelapan. Penglihatan kian diperparah dengan serangan lampu kendaraan yang menyilaukan dari arah berlawanan dalam sepersekian detik.

Sebaiknya hindari langsung bertatapan dengan lingkaran cahaya lampu. Kalau pun terpaksa, berkediplah untuk mengurangi silau. Sebaiknya menatap ke samping atau mengarahkan pandangan lurus ke depan mobil yang dikemudikan.

Setelah kendaraan dari depan berlalu, usahakan mata cepat beradaptasi dengan berkedip beberapa kali. Dalam upaya ini pengemudi harus ekstra waspada dan konsentrasi penuh. Selanjutnya, jika tak terlihat lagi mobil yang lewat dari depan, gunakan high beam (lampu jauh) untuk membantu pengelihatan dari jarak jauh (dengan catatan didepan tidak ada mobil lain sehingga tidak menimbulkan silau pengemudi lain ).

Jika ada mobil dari arah depan, matikan lampu jauh dan pasang lampu dekat. Saat ingin menikung, gunakan lampu jauh dan jika siang hari bunyikan klakson untuk memberi isyarat. Juga ketika keadaan jalan yang menanjak.

Kiat lain adalah memanfaatkan penuntun di tepi jalan. Misalnya bahu jalan, rambu dan sebagainya. Anda juga bisa menggunakan kacamata khusus untuk mengemudi malam hari dan istirahat yang cukup sebelum memulai perjalanan.

Apalagi tengah malam, situasi jalan dan lalu lintas, relatif memang lebih kosong tapi jangan meremehkan situasi itu tetep jaga konsentrasi malah saat situasi seperti itu.. kita akan gampang terkaget bila tiba2 ada situasi dan kondisi yg memerlukan reaksi cepat.

TIPS BERKENDARA JARAK JAUH

1. Dalam perjalanan jarak jauh ke luar kota, hal pertama yang harus diperhatkan adalah kondisi fisik dan stamina yang prima.
Hal ini perlu karena saat menyetir mobil, dibutuhkan pandangan dan pendengaran yang baik. Demi keselamatan semua penumpang, Anda harus selalu waspada dan responsif sepanjang perjalanan.
2. Bila Anda baru saja minum minuman beralkohol, minum obat dengan resep ataupun obat bebas yang menyebabkan rasa kantuk, jangan pernah coba-coba untuk mengemudi karena minum obat yang mempengaruhi performa dan persepsi hanya akan membahayakan kselamatan seluruh penumpang dalam mobil.
Begitu juga halnya jika kondisi tubuh sangat lelah atau emosi sedang terganggu, karena semua ini akan membuat Anda tidak hati-hati dalam mengemudi. Istirahatlah sejenak dalam rest area yang biasa tersedia di sepanjang perjalanan.

4. Waspadai kondisi buruk.

5. Sebagian orang lebih memilih berkendara di malam hari karena jalan cenderung lebih sepi dan lapang. Jika Anda termasuk orang yang lebih senang berkendara di malam hari, jangan lupa untuk menghidupkan lampu depan dan lampu belakang sejak saat matahari terbenam sampai matahari terbit.
Dimkan lampu depan bila ada kendaraan lain dalam jarak 200 meter dari Anda, atau ketika mobil berada di belakang kendaraan lain.

6. Jika keadaan yang tidak diinginkan terjadi, seperti mobil mogok atau ban pecah, pasang tanda segitiga pengaman agar pengemudi lain dapat melihatnya dan dapat menghindari kendaraan Anda yang sedang diperbaiki. Lebih amannya jika Anda menghidupkan lampu hazard dan keluar dari area jalan raya terlebih dulu.

7. Mengemdui antarkota tak sama halnya dengan mengemudi di dalam kota. Oleh karena itu atur kecepatan sedemikian rupa sesuai dengan rambu-rambu jalan. Tidak terlalu pelan, namun juga tidak terlalu ngebut. Kurangi laju kendaraan jika terjebak dalam kondisi yang tidak mengenakan seperti kabut atau hujan lebat.

Sumber :

1. Indonesia Defensive Driving Center (IDDC)
2. http://www.fsc.org/ dan berbagai sumber lainnya

1 komentar:

Post a Comment